Ada apa dengan Puasa ?

Oleh : Drs. Ahmad Zainul Arifin, M.Pd (Wk-1 STIT Muhammadiyah Bojonegoro)

Al-Shiyaamu junnatun. Demikian hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Artinya : puasa adalah perisai. Sebuah hadits yang dihimpun Buya H.Muhammad Alfis Chaniago dalam buku Indeks Hadits dan Syarah. Hadits pendek tersebut menginspirasi untuk menelusuri ada apa dengan puasa, sampai-sampai di katakan sebagai perisai, tameng, atau benteng. Demikian pula hadits lain : Shumuu tashihuu, berpuasalah kamu supaya sehat.

Sebagai salah satu rukun Islam, puasa dijalankan tidak sekedar untuk menaati perintah Tuhan atau sebatas menggugurkan kewajiban, tetapi sekaligus untuk menimba besarnya manfaat yang terkandung didalamnya. Dalam Ensiklopedi Kemukjizatan Ilmiah dalam Al-Qur’an dan Sunnah, terbitan PT Kharisma Ilmu diketahui adanya beberapa manfaat puasa untuk mencegah berbagai penyakit, baik fisik maupu mental, yakni sebagai berikut :
1. Puasa dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Dengan puasa kerja sel getah bening membaik sepuluh kali lipat. Selain itu, jumlah sel T limfosit yang berfungsi sebagai kekebalan semakin bertambah banyak, antibodi semakin meningkat, dan reaksi imun semakin aktif akibat bertambahnya protein lemak.

2. Puasa dapat menghindarkan diri dari penyakit kegemukan atau obesitas. Penyakit ini bisa menimbulkan gangguan pencernaan. Penyebabnya bermacam-macam, selain karena kegemukan obesitas juga bisa disebabkan oleh tekanan jiwa, lingkungan, ataupun masyarakat. Kegamangan jiwa kadang juga menimbulkan gangguan pencernaan. Karena itu dianjurkan berpuasa untuk menghindari semua faktor tersebut.


3. Puasa mencegah terbentuknya batu ginjal didalam tubuh. Kadar sodium dalam darah meningkat pada saat berpuasa sehingga hal ini dapat mencegah pengkristalan garam kalsium. Puasa juga dapat menambah albumin pada air seni yang berfungsi menghilangkan pengendapan garam. Pengendapan garam inilah yang dapat menjadi batu pada saluran kemih.

4. Puasa dapat menghindarkan tubuh dari bahaya racun yang menumpuk didalam sel-sel tubuh dan jaringan-jaringannya. Racun ini menumpuk akibat konsumsi makanan selama satu tahun penuh tanpa puasa, terlebih makanan yang diawetkan dan makanan kemasan. Selain itu racun bisa berasal dari obat-obatan atau udara yang tercemar saat bernafas.


5. Puasa dapat mengurangi gairah seksual, terutama pada akum muda. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dari Harits Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya : Wahai pemuda, jika kamu telah mampu menikah maka menikahlah, karena menikah dapat menjaga pandangan dan kemaluan. Dan apabila kamu belum mampu, maka puasalah, karena puasa baginya adalah perisai.

Penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kadar hormon testosteron yang drastis pada saat seseorang berpuasa, bahkan tiga hari sesudahnya. Akan tetapi setelah itu hormon testosteron akan kembali meningkat tajam. Puasa tidak hanya mampu mengekang nafsu birahi tetapi juga memperbaikinya kembali, bahkan puasa dapat menumbuhkan kesuburan bagi kaum lelaki usai berbuka puasa.

7. Puasa dapat membuat sistem penyerapan dan pencernaan dalam tubuh berfungsi secara sempurna, disebabkan tidak adanya makanan dan minuman yang masuk pada saat terjadinya kedua proses tersebut. Puasa mengistirahatkan sistem pencernaan selama kurang lebih 9-11 jam setelah penyerapan makanan, sama halnya dengan sistem penyerapan didalam usus yang juga beristirahat selama seseorang berpuasa.

8. Puasa yang dilakukan setiap hari pada kurun waktu yang sama atau berubah-ubah dapat membuat kelenjar endokrin berfungsi secara sempurna. Melalui puasa kelenjar endokrin akan menggiatkan sistem stimulasinya agar dapat mengatur dan mengeluarkan hormon secara optimal. Dengan begitu akan terjadi keseimbangan antara dua hormon yang berlawanan tugas. Misalnya hormon pertumbuhan dengan hormon insulin, hormon pembentuk dengan hormon penghancur (glikogen dan kortisol). Keseimbangan hormon-hormon tersebut besar pengaruhnya pada pemusatan asam amino didalam darah dan metabolismenya.

9. Puasa dapat menstimulasi sistem metabolisme agar bekerja lebih baik dalam membangun dan menguraikan berbagai zat di dalam tubuh seperti glukosa, protein dan lemak. Dengan begitu, berbagai zat tersebut dapat malaksanakan tugasnya dengan baik.

10. Puasa melatih tubuh dari terputusnya asupan makanan secara tiba-tiba dengan memfungsikan sistem penghancur zat tubuh sesuai kapasitasnya. Jika tubuh hanya menyimpan makanan tanpa dihancurkan, lama kelamaan berbagai zat akan terus menumpuk dan sistem penghancur dalam tubuh akan melemah. Akibatnya jika orang tersebut sakit atau asupan makanannya terputus secara tiba-tiba, tubuh akan sulit mempertahankan diri atau melawan penyakitnya itu.

11. Rasa haus saat berpuasa bermanfaat dalam membantu proses penyediaan energi bagi tubuh, memperbaiki kemampuan belajar dan menguatkan daya ingat.

12. Sel-sel yang sakit atau lemah di dalam tubuh akan hancur pada saat proses penghancuran. Saat berpuasa, proses ini terjadi lebih aktif dibandingkan proses pembentukannya. Sel-sel yang hancurpun akan mengalami pembaruan.

13. Berpuasa dalam Islam merupakan bentuk ketaatan dan pengharapan pahala kepada Allah SWT karena dengan berpuasa seseorang telah melakukan perbuatan baik yang besar manfaatnya bagi dirinya.

Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa tidak ada sistem yang terhenti fungsinya selama berpuasa, kecuali pencernaan dan penyerapan. Proses penyediaan dan penerimaan gizi tetap berlangsung, sel-sel tubuh tetap bekerja secara normal dan mendapatkan semua kebutuhan yang diperlukannya dari cadangan makanan yang telah diurai. Keadaan ini biasa disebut pencernaan di dalam sel. Melalui reaksi kimia, enzim mengubah glikogen menjadi glukosa, lemak menjadi asam lemak, dan protein menjadi asam amino. Cukuplah hal ini membuktikan keagungan dan kekuasaan Allah SWT, serta menjadi realisasi firman-Nya yang termaktub pada QS. Al-Baqarah ayat 184 yang artinya sebagai berikut : “dan puasamu itu lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”.

Dengan keutamaannya, puasa dapat menghindarkan seseorang dari ancaman arteriosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Hal ini baik dan aman untuk dilakukan, mengingat kondisi manusia pada abad dua puluhan ini, hidup dalam tingkat modernitas tinggi dan rentan terhadap berbagai penyakit.

Setelah menelusuri manfaat dan kemukjizatan puasa, terjawab sudah mengapa puasa dikatakan sebagai perisai, bagaimana puasa dapat menyehatkan. Semoga hal ini dapat meningkatkan keimanan dan memantapkan ketaqwaan kepada Allah SWT. Belum lagi kesenangan yang diberikan bagi orang-orang yang berpuasa, yakni ketika berbuka dan ketika bertemu Tuhannya, sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW. Selamat berpuasa, taqabbalallaahu minna wa minkum, shiyaamana wa shiyaamakum.

ket : pernah dimuat La Rayba, edisi 45/Agustus 2013 M.

===[aza]===

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *